Mendengarkan Musik Klasik, Terbukti Sembuhkan Penyakit Mental

Di zaman yang sudah berkembang dengan pesat ini, tekanan hidup yang semakin meningkat tentu akan membuat tingkatan stress pada manusia semakin bertambah. Kesadaran akan kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan banyaknya tuntutan yang merugikan diri sendiri rasanya sulit dihindarkan, namun harus tetap dijalani. Jika sudah seperti itu biasanya manusia-manusia modern ini akan mencari pelarian untuk menghilangkan beban mereka. Entah pelarian dalam bentuk hobi, atau kebiasaan buruk, apapun itu setidaknya bisa memberikan mereka ruang tenang dan lupa akan tuntunan di belakangnya. Cerobohnya mereka terkadang lupa stressd dan pelarian yang tidak dapat terkadang bisa memicu berbagai penyakit mental tak terlihat muali bermunculan. Penyakit mental ini lebih berbahaya dari penyakit fisik seperti demam berdarah atau tifus. Karena penderita cenderung akan memendam sendiri kerisauannya dan tidak mengeutahui bahwa dia sedang terkena penyakit mental yang serius. Oleh karena itu lingkungan juga turut berperan aktif untuk menjaga orang-orang terdekatnya dari bahaya penyakit mental. Gejala seseorang yang terkena penyakit mental memang tidak bisa terlihat, namun bisa kita rasakan. Jika merasa orang terdekat kita menjadi introvert dan sering mengurung dirinya sendiri di kamar bisa saja orang tersebut sedang mengalami gejolak batin yang doa sendiri tidak pahami. Atau orang tesebut tampak cemas dan mengalami perubahan suasana hati yang kontras, misalkan saat bahagia dia akan terlalu bahagia dan cenderung berlebihan namun dalam sekejap karena hal sepele dia bisa menangis sampai sesenggukan dan tidak bisa ditenangkan. Gejala tersebut sudah menjadi penanda dia sedang menderita penyakit mental yang harus segera ditangani. Penyembuhan penyakit mental memang sedikit berbeda dengan penyakit fisik yang mempunyai gejala-gejala yang jelas. Penyembuhan untuk penyakit mental tidak akan berhasil jika sang penderita sendiri tidak memiliki niat sungguh-sungguh untuk sembuh. Untuk itu dalam proses penyembuhannya lingkungan sekitar harus turut membantu upaya tersebut. Penyakit mental tidak bisa langsung kamu masukkan dalam kategori sakit jiwa dan harus di isolasi dari dunia luar, atau dikucilkan dari sosialisasi masyarakat. Justru lingkungan harus merangkul dan memberikan support lebih setiap waktunya agar penderita bersungguh-sungguh untuk segera keluar dari ancaman penyakit mental tersebut. Upaya lain selain konsultasi dengan dokter atau psikolog, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengurangi kadar kecemasan atau gejolak batin dalam diri penderita. Misalkan saja, penderita penyakit mental bisa mendengarkan music klasik yang menenangkan saat menjelang tidur. Instrumen music klasik tanpa lirik biasanya akan membawa ketenangan dalam diri penderita sehingga dia dapat tidur dengan nyenyak. Instrument lain yang bisa digunakan bisa saja dari piano, seruling, biola, dan lain-lain. Lantunan music yang menenangkan juga akan membawa penderita penyakit mental terbawa di alam bawah sadarnya, jika di dengarkan saat dalam kondsi cemas, awalnya mereka akan sedikit gugup namun lambat laun akan tenang dan melunak hingga akhirnya kecemasan tersebut hilang. Tak heran para psikolog dan dokter sering menggunakan musik klasik untuk media pengobatannya bagi penderita penyakit mental. Jika sejauh ini kamu menemui seseorang dengan penyakit mental dan dikucilkan dalam lingkungannya, maka kamu bisa merangkulnya, mengajaknya untuk tidak bersedih. Penyakit mental tidak bisa diremehkan begitu saja, dampak buruk bagi psikologis penderitanya bisa sampai pada tahap depresi hingga dampak terburuk adalah melakukan bunuh diri karena sudah tidak bisa mengontrol pemikirannya sendiri.

Alice

Posted by Alice

minta mflah pd dirimu sendri.dn berubahlh dr dlmhati,hatimu sendri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *